Pengertian Copywriting ( pikat pembeli lewat diksi ) dan Cara Membuatnya Terbaru


 

Kebanyakan para pemula bisnis akan mengiklankan brand atau layanan dengan media-media agar dilihat target pasar mereka. Baik promosi secara manual seperti televisi, billboard maupun platform media sosial.

Meskipun promosi dengan media-media itu bisa dibilang efektif, namun ada cara lain agar bisnis kamu tepat sasaran. Salah satu cara tersebut adalah membuat konten pemasaran dengan copywriting.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan copywriting? Dan bagaimana cara membuat copywriting?

Nah, tenang saja di artikel kali ini kita akan membahas secara lengkap materi tentang pengertian copywriting, manfaat, pola copywriting hingga langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukannya. Simak baik-baik ya!

Pengertian Copywriting

copywriting adalah

Copywriting adalah teknik membuat materi pemasaran untuk membujuk audiens agar melakukan tindakan seperti pembelian produk, berlangganan newsletter hingga menghubungi sales.

Awalnya, teknik ini hanya digunakan untuk membuat advertorial, sales letter dan media pemasaran lainnya.Namun di era serba digital ini mempelajari copywriting dianggap penting.

Selain dalam bentuk tulisan, teknik copywriting juga bisa diterapkan dalam bentuk naskah video dan podcast. Kemampuan copywriter dituangkan dalam berbagai media pemasaran, yaitu:

  • Artikel blog
  • Teks di landing page
  • Email newsletter
  • Headline dan meta description di hasil pencarian Google
  • Post media sosial
  • Iklan berbayar di berbagai platform
  • Judul dan deskripsi video YouTube


Jenis-Jenis Copywriting

copywriting adalah

Dibawah ini adalah lima jenis copywriting yang harus kamu ketahui!

1. Marketing Copywriting

Jenis copywriting satu ini berfokus untuk menawarkan produk, menyampaikan manfaat produk dan memberikan solusi kepada konsumen. Tujuan akhirnya yaitu meyakinkan konsumen agar membeli produk atau layanan yang ditawarkan.

2. SEO Copywriting

SEO Copywriting bertujuan untuk memperoleh peringkat di hasil pencarian Google dan menarik perhatian konsumen. Copywriting ini digunakan pada landing page, deskripsi produk dan kategori produk.

3. Direct Response Copywriting

Jenis Copywriting selanjutnya berfungsi untuk mendapatkan tanggapan langsung dari konsumen. Contohnya, mengarahkan agar mereka mengklik tombol CTA, membagikan konten dan berlangganan ebook.

Direct response copywriting biasanya digunakan pada landing page, iklan media sosial dan landing page.

4. Technical Copywriting

Technical copywriting bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai cara kerja produk maupun layanan. Jenis satu ini sering digunakan pada produk kecantikan, kesehatan dan teknologi.

5. Brand copywriting

Sesuai namanya, copywriting jenis ini bertujuan untuk menyampaikan citra dan identitas suatu brand. Selain itu, brand copywriting bisa menjadi pembeda brand milik kompetitor. Contohnya, slogan dan tagline brand.

Brand copywriting sering diletakkan pada logo dan halaman “tentang kami”.

Apakah Kamu Membutuhkan Copywriting?

copywriting adalah

Apakah saya perlu melakukan copywriting? Apa bedanya copywriting dengan menulis pada umumnya? Bukankah siapapun bisa menulis materi-materi pemasaran yang telah ditentukan?

Agar bisnis meningkat secara efektif, kamu tidak boleh membuat secara asal-asalan. Tanpa memahami tekniknya, kemungkinan besar kamu bisa mengalami beberapa hal seperti berikut ini:

  • Email list sepi pendaftar
  • Tak banyak yang mengunduh ebook kamu
  • Artikel blog jarang dibaca dan dibagikan
  • Tingkat konversi pelanggan rendah
  • Traffic website tak kunjung naik
  • Post di media sosial tak mendapat banyak respon

Kamu tidak ingin berada di titik itu selamanya, kan? Meskipun copywriting terdengar seni daripada teori, namun sebenarnya ada langkah-langkah yang bisa kamu lakukan agar teks lebih “menjual”.

Kita akan membahasnya lebih lengkap di poin selanjutnya, jadi simak terus ya guys!

Belajar Copywriting dengan 6 Langkah Mudah!

copywriting adalah

Berikut ini adalah enam langkah yang bisa kamu ikuti dan terapkan agar teks terlihat lebih “menjual’. Apa saja?

1. Pelajari Produk atau Layanan Kamu

Tanpa mengenali produk dan layanan yang ditawarkan, kamu tidak bisa memasaknya dengan baik. Karena itulah mempelajari produk menjadi bagian terpenting untuk memulai copywriting.

Tak hanya berlaku untuk copywriter perusahaan, bagi kalian yang mempromosikan bisnis pribadi juga bisa menerapkannya.

Setelah mempelajarinya, ada baiknya jika menuliskan informasi produk dalam bentuk deskripsi. Hal ini dilakukan agar kamu memiliki referensi dalam proses penulisan.

Untuk memudahkan membuat deskripsi produk, tanyakan tiga hal ini kepada dirimu sendiri:

Apa saja Keunikan Produk?

Biasanya setiap produk dan layanan memiliki unique selling point (USP), dimana produk tersebut harus memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada kompetitornya.

Contohnya, kamu memasarkan sabun mandi herbal. Meskipun sudah banyak produsen sabun lainnya, produk kamu 100% terbuat dari bahan alami. Nah itulah yang bisa kamu gunakan sebagai USP.

Apa Saja Fiturnya?

Selain keunikan, produk maupun layanan kamu pastinya memiliki beberapa fitur, kan? Meskipun tak semuanya disebutkan dalam teks, sebaiknya kamu menuliskan beberapa fitur dalam sebuah daftar agar mudah diingat saat dibutuhkan.

Contohnya dari sabun mandi herbal tadi, kamu bisa menyebutkan bahan khususnya sebagai fitur. Misalnya sabun tersebut dibuat dari ekstrak kulit jeruk.

Apa Manfaat yang Didapat Konsumen dari Fitur Tersebut?

Menyebutkan fitur-fitur produk saja tidaklah cukup, karena para audiens belum mengetahui manfaatnya. Karena itulah, menjelaskan mengenai keuntungan dari fitur tersebut cukup penting.

Contohnya saja, ekstrak kulit jeruk yang terkandung di dalam produk sabun kamu tak hanya memberikan keharuman alami, namun juga mencerahkan kulit.

2. Pahami Kebutuhan Audiens

Setelah memahami produk dengan baik, kini saatnya kamu mengenali audiens. Karena inti dari copywriting bukan keuntunganmu, namun manfaat yang mereka dapat ketika menggunakan barang atau produk yang ditawarkan.

Contohnya saja saat orang menawarkan sample parfum mobil, padahal kamu hanya memiliki motor. Pasti tawaran tersebut kamu tolak karena tidak berfaedah kan?

Kamu harus memahami audiens agar bisa membuat teks pemasaran yang tepat. Langkah pertama yaitu memberikan survei pada konsumen yang sudah ada. Dalam survei tersebut ada beberapa pertanyaan yang wajib dicantumkan, yaitu:

  • “Apa yang membuatmu tertarik dengan produk kami?”
  • “Apakah kamu pernah menggunakan produk serupa?”
  • “Bagaimana pengalamanmu ketika menggunakannya?”

Tergantung apa yang dijual, kamu juga bisa menanyakan hal-hal bersifat lebih pribadi seperti berikut ini:

  • “Ceritakan tentang diri kamu (umur, tempat tinggal, jumlah penghasilan)”
  • “Apa profesimu?” atau “Bisnis apa yang kamu jalankan?”
  • “Apa tantangan sehari-hari yang bisa dipecahkan oleh produk kamu? Dan apa yang belum terpecahkan?”
  • “Apa yang ingin kamu capai dalam pekerjaan atau bisnis?”

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu akan menciptakan gambaran mengenai target audiens yang disebut buyer persona.

3. Tentukan Headline yang Memikat

Delapan dari sepuluh audiens hanya membaca judul atau headline saja. Artinya, kamu harus menciptakan judul yang benar-benar menarik perhatian.

Jadi kreatifitas memang dibutuhkan untuk membuat headline yang kuat. Ketiga tips-tips dibawah ini bisa membuat judul terlihat lebih menarik:
Jelaskan dan Sebutkan Manfaat yang Ditawarkan

Kamu pasti tidak mau kehilangan konsumen, kan? Apalagi salah satu penyebabnya adalah judul yang kurang jelas. Contohnya “Cara Mudah Menghemat Uang”.

Judul tersebut memang singkat, namun audiens tidak akan langsung mengetahui apa yang didapatkan dari isi semua teks.

Coba ubah judul menjadi “Menghemat Uang Lebih Mudah dengan 5 Tips Ini”. Judul tak begitu singkat, namun audiens bisa langsung memahami isi dan manfaatnya.

Buat Pembaca Ingin Segera Membeli

Biasanya, konsumen tak ingin menolak keuntungan. Contohnya diskon.

Tapi, mencantumkan diskon di headline tidaklah cukup. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kamu bisa menunjukkan bahwa diskon tersebut tidak berlaku selamanya. Contohnya “Hanya 7 Hari! Diskon 75% Untuk Semua Produk”.

Dengan format judul di atas, dijamin banyak orang lebih tertarik dengan iklan kamu. Namun, batas penawaran itu harus benar-benar ada, agar kamu tidak kehilangan kepercayaan dari konsumen.

Cantumkan Persentase

Selain manfaat dan penawaran, unsur lain yang tak kalah penting untuk mendapatkan perhatian adalah persentase. Apalagi jika angkanya ganjil.

Mengapa begitu? Dengan adanya persentase di headline, pembaca akan lebih tertarik karena ada hasil spesifik yang didapatkan. Contohnya “9 Tips Meningkatkan Traffic Website dengan Cepat”.

Jika judul hanya “Tips Meningkatkan Website”, jumlah audiens yang tertarik untuk mengklik artikel, iklan maupun landing page tidak banyak.

4. Dukung Headline dengan Lead yang Menarik

Judul harus bisa menarik audiens. namun orang belum tentu tertarik untuk menyimak lebih lanjut setelah mengklik. Untuk mengatasinya, kamu harus membuat lead atau paragraf pembuka yang menarik juga.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat lead agar lebih menarik:

Tunjukkan Empati

Seperti yang sudah kita bahas tadi, copywriting adalah tentang audiens kamu. Karena itu, konsep ini juga harus digunakan dalam lead. Caranya yaitu berempati dengan pembaca. Buka lead dengan tiga contoh berikut ini:

  • “Pernahkah kamu mengalami ini? (lanjutkan dengan cerita singkat mengenai masalah audiens)”
  • “Kamu pasti tahu betapa (masalah X) bisa sangat mengganggu aktivitas. Untungnya, (produk x) dapat mengatasinya dengan (solusi x)”
  • “Kami paham bahwa (masalah x) bisa mengganggu aktivitasmu. Oleh karena itu, kamu memerlukan (solusi).

Mulailah dengan Fakta

Jenis tulisan apapun, data, fakta maupun kutipan dari sumber terpercaya bisa digunakan untuk pembuka lead. Ungkapan dibawah ini bisa kamu contoh agar lead lebih kredibel sehingga mampu menarik perhatian audiens:

  • “(Perusahaan x) menyatakan bahwa…”
  • “ menurut riset dari (perusahaan x), (teknik x) mampu meningkatkan pendapatan sebesar x%.”
  • (platform x) telah membuktikan jika (teknik x) merupakan solusi nomor satu untuk…”

Buat Audiens Penasaran

Audiens harus dibuat penasaran agar memiliki keinginan membaca teks sampai akhir. Contohnya, sisipkan kalimat seperti “Penasaran? Simak artikel sampai selesai ya!”.

Selain itu, kamu juga bisa membuat audiens penasaran di awal dengan memberikan fakta mengejutkan, seperti “Tak dapat dipungkiri jika (unsur x) memiliki banyak manfaat. Namun, tahukah kamu (unsur x) juga memiliki dampak negatif?”

5. Tulis Copy yang Berkualitas

Bagian utama copywriting adalah copy. Kamu harus membuat copy yang berkualitas, keempat cara ini bisa kamu terapkan, apa saja?

Gunakan Kata dan Kalimat Sederhana

Apakah kamu pernah melihat media pemasaran seperti email marketing, landing page maupun iklan dengan bahasa yang sulit dicerna? Pastinya tidak. Sebagai seorang copywriter, kamu tak perlu kiasan perumpamaan atau kata-kata yang jarang dipakai, seperti:

  • Mendemonstrasikan
  • Diksi
  • Terintegrasi
  • Distingtif
  • Utilitas

Daripada menggunakan kata-kata itu, lebih baik menggunakan beberapa kata ini:

  • Menunjukkan
  • Kata
  • Terhubung
  • Unik
  • Manfaat

Selain itu, buatlah kalimat yang tidak terlalu panjang. Jangan menggunakan sebuah kata lebih dari sekali dalam satu kalimat. Jika tidak bisa, kamu bisa mengakalinya dengan menulis kalimat panjang di paragraf selanjutnya.

Tulis untuk Satu Orang Saja

Tujuan copywriting adalah membuat teks agar terdengar personal lebih personal. Karena itulah, kamu harus memperhatikan penggunaan subjek pada tulisan.

Daripada menggunakan kata ganti orang ke tiga seperti mereka dan ia, lebih baik ganti subjek dengan kamu.

Jangan Hanya Menyebutkan Fitur

Selain menyebutkan fitur, kamu juga harus membahas hal lainnya seperti keunggulan produk dan manfaat yang bisa didapatkan ketika menggunakannya.

Manfaatkan Subheading

Saat membaca artikel pemasaran atau konten email marketing, orang mengharapkan teks yang mudah dibaca tanpa harus memperhatikan semua detail. Dengan kata lain, poin-poin penting di tulisan harus jelas.

Kamu bisa menggunakan subheading untuk mempermudah pembaca menemukan poin-poin tersebut.

Selain itu, subheading juga bermanfaat untuk memenggal teks panjang menjadi bagian-bagian kecil. Dengan begitu, teks akan lebih nyaman ketika dibaca.

6. Akhiri dengan Persuasi

Apapun tujuan teks copywriting, di bagian akhir harus diberi ajakan untuk melakukan aksi yang kamu inginkan. Seperti membeli produk, subscribe konten hingga daftar newsletter.

Kamu harus menggunakan CTA atau Call to Action, yaitu banner, tombol atau formulir yang berisi perintah untuk audiens. Contohnya website layanan digital, CTA yang digunakan biasanya seperti “Daftar Sekarang” atau “Mulai Sekarang”.

Kesimpulan

Copywriting adalah salah satu teknik pemasaran berupa tulisan yang berkualitas. Kemampuan menulis kamu bisa diasah dengan terus berlatih. Karena itulah gunakan tips-tips yang ada di panduan kali ini di setiap kesempatan yang ada.

Jangan lupa mencari contoh-contoh bru untuk dijadikan referensi belajar copywriting. Jika ada pertanyaan, kritik atau saran jangan ragu untuk meninggalkan komentar pada kolom yang sudah tersedia di bawah.

artikel Populer

My Instagram